Pemerintah Kota Tangerang Gelar Pengajian Bulanan Dikediaman Wakil Wali Kota Bersama ASN dan Masyarakat
Penulis : Admin Siarmuinews.com - 28 November 2025
Penulis : Admin Siarmuinews.com - 28 November 2025
Foto : Admin Siarmuinews.com
Pemerintah Kota Tangerang kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian bulanan sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Pengajian tersebut berlangsung pada Jumat, 28 November 2025 di kediaman Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan. Acara ini dihadiri oleh para pejabat pemerintahan, ASN dari berbagai OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari sekitar lingkungan. Kehadiran masyarakat yang antusias menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan masih menjadi tradisi kuat yang melekat dalam kehidupan sosial warga Kota Tangerang.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan kehangatan, seluruh peserta pengajian mengikuti rangkaian acara dengan khidmat. Sebagai penceramah utama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH. Ahmad Baijuri Khotib, M.A memberikan tausiyah yang sarat makna, menyentuh berbagai dimensi spiritualitas, keimanan, hingga peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberkahan kota.
Pada awal ceramahnya, KH. Ahmad Baijuri menceritakan sebuah kisah tentang seorang ulama yang sepanjang hidupnya menjalani ibadah dengan sangat tekun. Ulama tersebut berpuasa setiap hari, memperbanyak dzikir, bahkan mencapai derajat spiritual yang membuatnya dikenal sebagai sosok yang “sak ti”—konon dzikirnya begitu kuat hingga mampu “mengambang” atau “melayang” di atas air. Namun, di balik kedahsyatan ibadah tersebut, sang ulama terjebak dalam sikap takabur. Ia merasa bahwa dzikir yang dilakukannya dapat menjaga imannya sendiri, seolah-olah keimanan adalah sesuatu yang berdiri sendiri tanpa campur tangan Allah.
KH. Ahmad Baijuri menegaskan bahwa kisah ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam. Iman bukanlah sesuatu yang dapat dijaga hanya dengan kemampuan diri; manusia senantiasa membutuhkan pertolongan Allah untuk tetap berada dalam hidayah-Nya. Ia mengingatkan bahwa sang ulama dalam kisah tersebut pada akhirnya tergelincir dan tewas dalam keadaan murtad karena godaan iblis. “Maka jangan pernah merasa bahwa iman ini bisa kita jaga oleh diri kita. Ikhtiar itu boleh, tetapi kita tidak boleh sombong,” ujar beliau.
Dalam kesempatan itu, KH. Ahmad Baijuri mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak kalimat thayyibah, terutama lâ ilâha illâllâh. Menurutnya, ini merupakan salah satu cara yang diajarkan Allah untuk menjaga dan menguatkan iman. Ia menegaskan bahwa menghadiri pengajian, mengikuti tahlil, serta memperbanyak zikir secara kolektif sangat penting karena semangat berjamaah akan lebih kuat dibandingkan mengerjakan amalan seorang diri. “Kalau sendiri itu berat. Kyai juga kadang malas. Maka mari kita ramaikan pengajian, tahlil, dan kegiatan keagamaan agar kalimat lâ ilâha illâllâh terus menggema,” tutur beliau.
Lebih jauh, KH. Ahmad Baijuri menyampaikan gagasan strategis untuk membangun “Kampung Lâ Ilâha Illâllâh” di berbagai wilayah Kota Tangerang. Konsep ini merupakan bentuk syiar Islam sekaligus shadaqah jariyah yang manfaatnya terus mengalir bagi masyarakat. Kampung tersebut nantinya akan menjadi ruang yang hidup bagi tradisi zikir, pembacaan kalimat thayyibah, dan kegiatan keagamaan lainnya. Ia menambahkan bahwa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) MUI Kota Tangerang, pihaknya akan merekomendasikan program ini secara resmi agar dapat diimplementasikan secara terstruktur. “Insya Allah, teknisnya nanti kita atur bersama. Tujuannya agar kampung kita, kota kita, menjadi lebih berkah,” ujarnya.
Selain penguatan spiritual masyarakat, KH. Ahmad Baijuri menekankan bahwa keberkahan suatu kota tidak dapat dilepaskan dari peran para pemimpin dan pejabatnya. Menurut beliau, pejabat yang amanah dan dekat dengan kegiatan keagamaan akan mampu menjaga keutuhan iman masyarakat. Beliau berharap agar seluruh aparatur pemerintah dapat mengambil bagian dalam ikhtiar kolektif ini, sehingga kehidupan sosial, pemerintahan, dan spiritual Kota Tangerang berjalan seiring dalam keberkahan.
Mengakhiri ceramahnya, KH. Ahmad Baijuri Khotib, M.A menyampaikan doa dan harapan agar seluruh masyarakat yang hadir, para pemimpin daerah, serta warga Kota Tangerang secara keseluruhan senantiasa dalam lindungan Allah dan termasuk golongan orang-orang yang dimasukkan ke dalam surga kelak. “Semoga kita semua dijaga imannya, diberkahi kotanya, dan bersama-sama masuk surga,” pungkasnya.
Pengajian ditutup dengan doa bersama serta ramah-tamah antara masyarakat dan para pejabat yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, menjadi salah satu upaya nyata dalam menumbuhkan Kota Tangerang yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.